Antara Dua Pilihan — Episode 1: Ketika Hati Tidak Bisa Memilih
Tentang Serial Ini: "Antara Dua Pilihan" adalah serial cerita panjang yang mengikuti perjalanan Mara, seorang wanita 30 tahun yang hidupnya tiba-tiba menjadi tidak sesederhana yang ia rencanakan. Serial ini terbit dua episode setiap bulan.
Karakter Utama
| Nama | Usia | Peran | Sifat Utama |
|---|---|---|---|
| Mara | 30 | Protagonis | Kuat, perasa, sering overthinking |
| Aldi | 32 | Cinta lama | Karismatik, ambisius, penuh kejutan |
| Dimas | 31 | Cinta baru | Tenang, sabar, setia dengan cara yang diam-diam |
| Sari | 29 | Sahabat Mara | Jujur, sedikit nyinyir, selalu benar |
Sinopsis Episode 1
Mara menghabiskan tiga tahun terakhir membangun hidupnya kembali setelah hubungannya dengan Aldi berakhir. Bukan karena mereka tidak saling mencintai — justru sebaliknya. Mereka berpisah karena terlalu mencintai impian masing-masing yang membawa mereka ke kota yang berbeda.
Tiga tahun adalah waktu yang cukup untuk sembuh. Atau begitulah yang Mara yakini sampai pagi itu, ketika ia melihat nama Aldi muncul di layar ponselnya dengan tiga kata sederhana:
"Aku sudah kembali."
Pagi yang Memulai Segalanya
Mara membaca pesan itu tiga kali. Lalu menutup ponsel. Lalu membukanya lagi. Lalu menutup lagi.
"Kenapa kamu lihat ponselmu seperti itu?" Dimas meletakkan dua cangkir kopi di meja kantin dan duduk di depan Mara. Mereka sudah terbiasa sarapan bersama sejak enam bulan lalu — berawal dari antrean kopi yang panjang dan percakapan tentang podcast favorit.
"Tidak ada," kata Mara. Terlalu cepat.
Dimas tidak bertanya lebih jauh. Itu salah satu hal yang Mara sukai darinya — ia tidak pernah memaksa. Tapi mata tenangnya yang selalu perhatian membuat Mara justru ingin bercerita.
"Seseorang dari masa lalu menghubungi," kata Mara akhirnya.
"Seseorang yang penting?"
Mara menatap kopinya. "Dulu, ya."
Dua Dunia, Satu Hati
Aldi dan Dimas tidak pernah bertemu — belum. Tapi keduanya sudah ada di dunia Mara dengan cara yang sangat berbeda. Aldi adalah kenangan yang belum selesai, chapter yang terasa terputus di tengah kalimat. Dimas adalah hari ini, hadir dan nyata, membangun sesuatu yang belum punya nama tapi sudah terasa seperti rumah.
Dan Mara, yang selalu percaya bahwa hati manusia tahu apa yang diinginkannya, untuk pertama kalinya merasa bahwa hatinya sendiri sedang berbicara dalam dua bahasa sekaligus.
Preview Episode 2
Di episode berikutnya: Mara akhirnya membalas pesan Aldi. Mereka bertemu untuk pertama kalinya setelah tiga tahun — di kafe yang dulu menjadi tempat kencan pertama mereka. Dan Dimas, tanpa tahu apa pun, membeli dua tiket konser untuk mereka berdua pada malam yang sama.
Episode 2 terbit minggu depan. Jangan sampai ketinggalan.